Selasa, 10 Juli 2012

ELEKTROKARDIOGRAFI DENGAN LATIHAN (TES STRESS)


 DEFINISI
 
Elektrokardiografi dengan latihan (Tes Stress) untuk mengevaluasi respon jantung terhadap stress fisik. Elektrokardiografi dengan latihan (Tes Stress) akan memberikan informasi penting yang tidak bisa didapatkan dari elektrokardiografi berbaring.

Pada tes Elektrokardiografi dengan latihan (Tes Stress), pembacaan elektrokardiogram dan pengukuran tekanan darah dilakukan pada saat penderita berjalan pada alat treadmill atau sepeda statis. Pada treadmill segala stadium, kecepatan dan derajat kemiringan treadmill meningkat sesuai interval yang ditentukan sebelumnya. Pada tes Elektrokardiografi dengan latihan (Tes Stress) sepeda, tahanan pedal akan meningkat bertahap sesuai usaha penderita untuk mempertahankan pada kecepatan tertentu.

Jika tidak timbul komplikasi, tes akan dilanjutkan sampai kecepatan denyut jantung penderita mencapai targetnya (ditentukan oleh dokter) atau penderita merasa nyeri dada. Untuk menentukan ketahanan aktivitas penderita yang baru mengalami serangan jantung atau menjalani pembedahan bypass, bisa dengan berjalan pelan pada treadmill dengan kecepatan lambat, sebelum penderita tersebut keluar dari rumah sakit.



Mengapa tes Elektrokardiografi dengan latihan (Tes Stress) dilakukan?

Tes Elektrokardiografi dengan latihan (Tes Stress) dilakukan karena beberapa alasan berikut ini:
  1. Untuk membantu mendiagnosa penyebab nyeri dada.
  2. Untuk memnentukan kondisi jantung setelah pembedahan atau serangan jantung.
  3. Untuk memeriksa adanya penyumbatan pada arteri jantung terutama pada pria berumur lebih dari 35 tahun.
  4. Untuk membantu mengatur pembatasan program latihan.
  5. Untuk mengidentifikasi denyut jantung tidak teratur yang terjadi pada saat latihan fisik.
  6. Untuk mengevaluasi efektivitas obat yang diberikan untuk nyeri dada atau denyut jantung tidak teratur.
Apa yang seharusnya Anda ketahui sebelum tes Elektrokardiografi dengan latihan (Tes Stress)?
  1. Anda akan mengetahui siapa yang akan melakukan tes dimana dan perkiraan lamanya tes. Electrode akan dipasang pada beberapa area dada dan kemungkinan pada punggung Anda. Anda tidak akan merasakan arus listrik dari elektrode tersebut; tetapi mungkin akan terasa sedikit gatal.
  2. Perkirakan bahwa tes Elektrokardiografi dengan latihan (Tes Stress) akan membuat Anda lelah, berkeringat, dan bernafas cepat tetapi tes Elektrokardiografi dengan latihan (Tes Stress) tidak akan mengakibatkan beberapa resiko. Pada kenyataannya dokter akan mengehentikan tes jika Anda merasa lelah atau timbul nyeri dada.
  3. Jangan makan, merokok, serta minuman beralkohol atau mengandung kafein selama 3 jam sebelum tes. Lanjutkan minum obat yang diresepkan, kecuali dokter menyarankan hal lain.
  4. Gunakan kaos kaki dan sepatu olehraga yang nyaman dan celana pendek yang ringan dan longgar. Pria biasanya tidak memakai kemeja selama tes, dan wanita biasanya memakai BH dan gaun yang ringan dan berlengan pendek atau baju rumah sakit.
  5. Katakan pada dokter atau perawat apa yang Anda rasakan selama tes.
  6. Anda akan diminta untuk menandatangani surat yang menyatakan persetujuan Anda untuk melakukan tes Elektrokardiografi dengan latihan (Tes Stress). Bacalah dengan hati-hati dan tanyakan jika ada bagian yang tidak Anda mengerti.
Apa yang terjadi selama tes Elektrokardiografi dengan latihan (Tes Stress)?
  1. Tempat pemasangan electrode dibersihkan dengan kapas beralkohol, dan minyak tubuh yang berlebihan dibersihkan dengan kasa basah atau kertas tissue.
  2. Elektrode dipasang pada dada Anda. Kabel timah ditaruh di atas bahu Anda dan kotak kabel ditaruh di dada. Kabel ditahan dengan peniti pada baju Anda atau diplester pada dada atau punggung Anda. Kemudian kabel dihubungkan dengan electrode di dada.
  3. Monitor dijalankan dan didapatkan perekaman. Dokter memeriksa perekaman ini, memeriksa tekanan darah Anda, dan mendengarkan suara jantung Anda.
  4. Pada tes treadmill, treadmill dijalankan dengan kecepatan lambat dan Anda akan mennjukkan bagaimana langkah Anda pada kecepatan tersebut dan bagaimana Anda menggunakan rel penyangga untuk mempertahankan keseimbangan Anda. Kemudian treadmill dimatikan. Selanjutnya, Anda berjalan pada treadmill, dan treadmill dijalankan dengan kecepatan rendah sampai Anda bisa menggunakannya untuk berjalan pada kecepatan tersebut.
  5. Untuk tes sepeda statis, duduk pada tempat duduk sepeda yang sudah disetel pada posisi yang nyaman. Jangan mengayuh pedal terlalu kencang, cukup untuk menjaga keseimbangan Anda. Kayuhlah pedal sampai mencapai kecepatan yang diinginkan, tampak pada speedometer.
  6. Selama kedua tes ini, dokter memeriksa perubahan irama jantung pada alat monitor. Dokter juga memeriksa tekanan darah Anda pada setiap akhir tingkat tes. Katakan pada dokter jika Anda merasa pusing, kepala terasa ringan, nafas pendek-pendek atau lelah yang tidak wajar. Jika gejala ini memberat, dokter akan menghentikan tes.
  7. Biasany tes akan dihentikan jika Anda sudah mencapai target kecepatan denyut jantung. Sambil kecepatan treadmill dipelankan Anda diminta untuk tetap berjalan selama beberapa menit utnuk mencegah mual atau pusing. Pada saat treadmill dihentikan, Anda dibantu untuk duduk, tekanan darah dan elektrokardiogram dimonitor selama 15 menit.
Apa yang erjadi setelah tes Elektrokardiografi dengan latihan (Tes Stress)?
  1. Anda bisa kembali ke diet normal.
  2. Jika sebelum tes Elektrokardiografi dengan latihan (Tes Stress) pengobatan dihentikan, kini Anda bisa meminumnya kembali.
Apakah tes Elektrokardiografi dengan latihan (Tes Stress) berisiko?
  1. Karena Elektrokardiografi dengan latihan (Tes Stress) memberi jantung beban yang besar, Elektrokardiografi dengan latihan (Tes Stress) tidak dilakukan jika penderita mempunyai aneurysma, denyut jantung tidak teratur yang tidak terkontrol, keradangan jantung, anemia berat, tekanan darah tinggi tidak terkontrol, angina tidak stabil, atau gagal jantung kongestif.
  2. Anda akan kelelahan karena tes Elektrokardiografi dengan latihan (Tes Stress), merasa nyeri dada atau denyut jantung tidak teratur, serta perubahan tekanan darah yang cukup besar. Jika timbul kondisi ini maka dokter akan menghentikan tes.
Apa yang dimaksud dengan hasil yang normal?

Pada elektrokardiogram latihan yang normal, kecepatan denyut jantung akan meningkat dengan proporsi yang sesuai dengan beban kerja dan peningkatan kebutuhan oksigen jantung. Tekanan darah juga akan meningkta sesuai peningkatan beban kerja. Orang yang normal mempunyai tingkat ketahanan sesuai dengan umurnya.

Apa yang dimaksud dngan hasil abnormal?

Tes Elektrokardiografi dengan latihan (Tes Stress) dapat mendeteksi kerusakan yang disebabkan oleh serangan jantung. Perubahan spesifik pada bentuk gelombang elektrokardiogram bisa menunjukkan adanya penyakit pada arteri koroner kiri atau pembuluh darah multiple pada jantung.

Tes Elektrokardiografi dengan latihan (Tes Stress) bermanfaat untu mengindentifikasikan beberapa penyakit arteri koronaria. Besarnya tergantung pada riwayat kesehatan penderita. Akan tetapi, sering terjadi hasil tes yang tidak akurat. Untuk mendeteksi penyakit arteri koronaria dengan akurat, mungkin diperlukan scanning thalium dan tes stress, exercise multiple-gated acquisition scan (MUGA scan) atau angiografi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar